Jumat, 11 Maret 2011

Topik PI ku BI2 softskill 2011

ANALISA LOYALITAS KONSUMEN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1             Latar Belakang Masalah


Di era globalisasi seperti sekarang ini, komunikasi sangatlah penting bagi masyarakat. Komunikasi menjadi salah satu penghubung antar individu untuk menyampaikan berita penting hal baik pribadi maupun hal yang umum. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, ditemukanlah alat komunikasi jarak jauh yang sampai sekarang ini digunakan oleh masyarakat luas yaitu telepon. Telepon dibagi menjadi dua jenis, yaitu telepon yang menggunakan kabel dan telepon nirkabel (tanpa kabel). Telepon nirakbel ini sering disebut telepon seluler. Telepon selular (ponsel) disebut pula adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Masyarakat luas lebih banyak menggunakan telepon seluler karena mudah dibawa kemana saja dan mempunyai banyak fasilitas yang dapat digunakan selain untuk telepon. Saat ini di Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecomunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access).
Sebelum ada sistem CDMA, sistem telepon seluler berbasis GSM yang digunakan oleh masyarakat. Sistem GSM mulai diproduksi di era 1980-an. GSM beroperasi pada 900-1800 MHz di Eropa dan India, sedangkan di AS sekitar 1900 MHz. Kelebihan dari sistem GSM yaitu kualitas relatif aman dan baik serta penyedia layanan lebih beragam. Hal tersebut yang membuat pengguna telepon seluler banyak memilih telepon dengan sistem berbasis GSM. Perusahaan – perusahaan telah banyak memproduksi telepon seluler dengan sistem GSM, sehingga tidak susah untuk memiliki telepon seluler.
Pengguna GSM menggunakan kartu SIM untuk bisa terhubung ke penyedia layanan. Kartu SIM adalah memori removable kecil yang dapat menampung semua data dari nomor identifikasi atau kebutuhan untuk mengakses layanan operator tertentu nirkabel.
Banyak perusahaan bersaing untuk menjadikan telepon seluler maupun produk kartu sim menjadi peluang bisnis yang sangat besar. Salah satu perusahaan yang memproduksi kartu sim adalah PT Indosat tbk. PT Indosat tbk. adalah perusahaan provider telepon seluler berbasis GSM. Peruahaan ini mengeluarkan dua produk provider kartu sim GSM yaitu, IM3 dan Mentari. Mentari merupakan produk yang pertama kali dikeluarkan oleh perusahaan ini. Kemudian perusahaan ini mengeluarkan produk kedua dengan fasilitas yang berbeda dengan produk sebelumnya dengan alasan strategi pemasaran agar produknya dapat bersaing dengan perusahaan lain. Produk itu yaitu IM3. Dengan motto “no limit” pengguna telepon seluler tertarik dan puas setelah menggunakan produk ini.
Jadi, untuk mengetahui sejauh mana perusahaan dapat menarik minat konsumen dam mempertahankan konsumennya, penulis tertarik untuk menjadikan sebagai topik pemilihan judul penulisan ilmiah ini sebagai berikut : “ ANALISIS LOYALITAS KONSUMEN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN  PRODUK IM3”.
1.2             Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka perumusan masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah :
1.     Adakah kaitan kepuasan dengan loyalitas konsumen?
2.     Bagaimana keputusan konsumen untuk tetap menggunakan produk IM3?
1.3             Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui loyalitas konsumen terhadap produk IM3.
1.4             Manfaat Penelitian
1.     Bagi penulis, dapat mengetahui analisis loyalitas konsumen terhadap produk IM3.
2.     Bagi fakultas, dapat digunakan untuk referensi bagi yang melakukan penelitian sejenis.
3.     Bagi perusahaan, untuk dapat mengetahui konsumen yang menggunakan produknya sampai saat ini. Dan melakukan strategi untuk memuaskan konsumen. 

Sabtu, 05 Maret 2011

Dampak Kemacetan Terhadap Perekonomian BI2 softskill 2011

Transportasi di Indonesia semakin hari semakin banyak, tetapi jalan yang digunakan tidak semakin lebar. Ini membuat penuhnya jalanan dan kemudian menimbulkan kemacetan dimana-mana. mobil - mobil berlalu lalang setiap saat, motor - motor tidak ada habisnya mengisi jalanan. sudah tidak bisa terhindar lagi kejadian ini, setiap hari sepanjang tahun penuh dengan kemacetan.
Kemacetan sangat berpengaruh terhadap perekonomian, bagi perusahaan kemacetan sangat menghambat pendistribusian barang dari pabrik ke konsumen. karena stok barang yang perusahaan tidak ada saat pembeli ingin membeli. barang tidak langsung tersedia sehingga pembeli kabur dan memilih untuk berpindah kepada produk lain.
kemacetan sangat berhubungan dengan perekonomian, contohnya ketika kita mempunyai uang untuk membeli mobil/motor berarti secara tidak langsung kita menambah kemacetan di negara ini dan kita menggunakan kendaraan pada saat kita bekerja untuk mendapatkan penghasilan.
jadi menurut saya, kemacetan tidak dapat dihindari pailng tidak ada pembatasan kendaraan yang di produksi di Indonesia.

Masa Depan Indonesia Tanpa Korupsi BI2 softskill 2011

Masa depan Indonesia tanpa korupsi? sepertinya sangat indah bila kita membayangkan hal tersebut bisa terjadi pada Negara yang kita cintai ini. Kita dapat merasakan pemerintahan yang jujur, perekonomian yang maju, dan masyarakat yang sejahtera.
Mari sedikit kita bahas mengenai "apa sih korupsi itu?"
Kata korupsi berasal daru kata corruptio (latin), dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, atau mudah disuap.Harfiahnya, korupsi adalah perilaku seseorang yang menyalahgunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk memperkaya dirinya sendiri.
Dari definisi diatas saja sudah kita ketahui bahwa korupsi adalah perbuatan yang sangat merugikan orang lain. seperti yang diketahui manusia itu tidak pernah akan puas, cenderung ingin memiliki semua. begitu pula dengan pemerintahan di Indonesia, banyak pejabat yang sudah mendapatkan jabatan yang layak dan berpenghasilan lebih, masih saja ingin serakah bahkan melakukan korupsi untuk lebih memperkaya dirinya sendiri. Pemimpin kita mempunyai mental yang buruk, mereka serakah,mereka makan, mereka timbun sesuatu hak yang bukan milik mereka, banyak sekali kritikan terhadapap koruptor baik dari media maupun dari masyarakat baik itu berupa celaan, kritikan, kutukan, ataupun demonstrasi pada umumnya.
Semakin tinggi seorang menjabat semakin besar peluang untuk memperkaya diri, semakin tinggi memimpin semakin besar peluang untuk berkuasa dan berbuat busuk. Mereka tidak pernah peduli bagi kaum miskin yang kelaparan, sakit, adn pengangguran. Di negeri ini begitu banyak sekali korupsi, suap, dan menyuap orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin.sangat disayangkan korupsi telah menjadi budaya bagi negeri kita dari dahulu hingga sekarang seakan-akan korupsi menjadi warisan dari nenek moyang kita.
Bayangkan betapa kayanya mereka yang korupsi dan betapa miskinnya mereka yang dikorupsi. Tidak hanya pejabat yang melakukan korupsi, bahkan orang - orang miskin pun sering melakukan korupsi walaupun dalam jumlah/hal kecil tetap saja itu korupsi. Bobrok sekali negara ini dan mau bagaimana nasib kedepannya negara ini? sepertinya sulit unutk menghapus korupsi dari negeri ini kita harus memperbaiki akhlak kita dan semuanya dimulai dari diri sendiri dan sekarang ini.

Rabu, 01 Desember 2010

Proses Persepsi dan Perilaku Konsumen

Persepsi

 

Persepsi didefinisikan sebagai proses yang dilakukan individu untuk memilih, mengatur, dan menafsirkan stimuli ke dalam gambar yang berarti dan masuk akal mengenai dunia, yaitu proses “bagaimana kita melihat dunia di sekeliling kita”. Stimuli ini diterima oleh alat pancaindra manusia. Stimuli mana yang akan diproses tergantung dari apakah stimuli dapat masuk ke dalam proses untuk menginterpretasikannya. Untuk dapat masuk ke dalam proses interpretasi suatu stimuli harus mampu mengekspos manusia (mendapat perhatian) melalui indra penerimaan, artinya harus diperhatikan ambang penerimaan stimuli manusia. Setelah stimuli diterima maka proses interpretasi dapat dilakukan yang terkait dengan faktor individu.

 

Perilaku Konsumen


Konsep Dasar Perilaku Konsumen 

Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan akhirnya membuang produk setelah digunakan.
Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.
Dalam upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yaitu pengelompokan menurut geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.

Perilaku Konsumen sebagai Sebuah Studi 
Perilaku konsumen adalah salah satu cabang dari ilmu manajemen, yaitu lebih spesifik lagi bidang pemasaran. Studi tentang perilaku konsumen merupakan integrasi antara berbagai bidang ilmu, yaitu ekonomi, sosiologi, antropologi, dan psikologi. Seiring dengan perkembangan zaman, studi perilaku konsumen ini juga makin berkembang.
Studi perilaku konsumen muncul seiring dengan berkembangnya konsep pemasaran, yang merupakan cara pandang pemasar dalam menghadapi konsumen dan pesaingnya, di mana pemasar berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen secara lebih efektif dari para pesaingnya. Tujuannya adalah memperoleh kepuasan pelanggan. Sehingga ilmu perilaku konsumen dibutuhkan untuk mengidentifikasi apa kebutuhan dan keinginan konsumen dan pelanggan tersebut sehingga pemasar mampu menyusun dan mengimplementasikan strategi pemasaran yang tepat untuk karakteristik konsumen yang menjadi target pasar.
Pemahaman tentang konsumen ini diperoleh pemasar melalui penelitian-penelitian perilaku konsumen sehingga dapat dipertanggung-jawabkan kebenaran informasi yang terima dan digunakan dalam penyusunan strategi pemasaran.

Perilaku Konsumen dan Strategi 
Perilaku konsumen terkait dengan strategi pemasaran, di mana pemasaran harus mampu menyusun kriteria pembentukan segmen konsumen, kemudian melakukan pengelompokan dan menyusun profil dari konsumen tersebut. Kemudian, pemasar memilih salah satu segmen untuk dijadikan pasar sasaran. Dan setelah itu, pemasar menyusun dan mengimplementasikan strategi bauran pemasaran yang tepat untuk segmen tersebut.
Studi tentang perilaku konsumen juga tidak terlepas pada masalah riset pemasaran. Riset pemasaran adalah salah satu perangkat dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM), yang melakukan pengumpulan informasi tentang sikap, motivasi, keinginan, dan hal-hal lainnya tentang konsumen. Informasi ini digunakan sebagai dasar bagi pembentukan karakteristik dari segmen konsumen sehingga konsumen dapat dikelompokkan dan diidentifikasikan, dan dapat dibedakan dari segmen lainnya.

Kepribadian dan Gaya Hidup

Kepribadian adalah karakteristik psikologis seseorang yang menentukan dan merefleksikan bagaimana seseorang merespon lingkungannya (Schiffman & Kanuk , 2000). Berdasarkan definisi ini maka Nampak bahwa yang ditekankan adalah karakter-karakter internal termasuk didalamnya berbagai atribut, sifat, tindakan yang membedakannya dengan orang lain.
Secara praktis konsep kepribadian dapat didifinisikan sebagai seperangkat pola perasaan, pemikiran dan perilaku yang unik yang menjadi standar respon konsumen untuk berbagai situasi.

Pola ini memiliki beberapa ciri khas yaitu :

• Mencerminkan perbedaan individu
Oleh karena kepribadian merupakan kombinasi pemikiran, perasaan dan perilaku, maka kepribadian seseorang tidak akan pernah sama dengan yang lain sekalipun anak kembar. Sehingga setiap konsumen tidak akam memberikan respon yang sama untuk setiap stimuli pemasaran yang di sediakan konsumen. Bagi manajer pemasaran, kepribadian dapat digunakan sebagai acuan untuk membagi pasar dalam beberapa kelompok.

• Konsisten
Pola tersebut memiliki keteraturan dan keseragaman perilaku. Intinya seseorang bertindak dengan cara yang sama untuk berbagai situasi yang berbeda. Meskipun kepribadian bersifat jangka panjang, namun perilaku yang Nampak dapat bervariasi karena adanya pengaruh lingkungan, social budaya, psokologis dan situasional. Hal ini wajar karena kepribadian hanyalah satu dari sekian banyak factor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

• Psikologis dan Fisiologis
Kepribadian adalah konsep psikologis, namun para peneliti berpendapat bahwa kepribadian juga dipengaruhi oleh proses biologis dan kebutuhan manusia.

• Akibat dari perilaku
Kepribadian tidak saja mempengaruhi bagaimana cara konsumen bertindak dan merespon lingkungan tetapi juga cara mana yang digunakan.

• Kepribadian dapat berubah
Dalam beberapa situasi yang signifikan kepribadian dapat berubah. Seorang perempuan yang baru melahirkan anaknya akan mengalami perubahan kepribadian dari seorang gadis menjadi seorang ibu. Namun demikian perubahan kepribadian ini akan berjalan bertahap.

Gaya Hidup 

Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu, uang dan energi dan merefleksikan nilai-nilai, rasa, dan kesukaan. Gaya hidup adalah bagaimana seseorang menjalankan apa yang menjadi konsep dirinya yang ditentukan oleh karakteristik individu yang terbangun dan terbentuk sejak lahir dan seiring dengan berlangsungnya interaksi sosial selama mereka menjalani siklus kehidupan. 

• Konsep gaya hidup konsumen sedikit berbeda dari kepribadian. Gaya hidup terkait dengan bagaimana seseorang hidup, bagaimana menggunakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu mereka. Kepribadian menggambarkan konsumen lebih kepada perspektif internal, yang memperlihatkan karakteristik pola berpikir, perasaan dan persepsi mereka terhadap sesuatu. 

• Gaya hidup yang diinginkan oleh seseorang mempengaruhi perilaku pembelian yang ada dalam dirinya, dan selanjutnya akan mempengaruhi atau bahkan mengubah gaya hidup individu tersebut.
 
• Berbagai faktor dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang diantaranya demografi, kepribadian, kelas sosial, daur hidup dalam rumah tangga. Kasali (1998) menyampaikan beberapa perubahan demografi Indonesia di masa depan, yaitu penduduk akan lebih terkonsentrasi di perkotaan, usia akan semakin tua, melemahnya pertumbuhan penduduk, berkurangnya orang muda, jumlah anggota keluarga berkurang, pria akan lebih banyak, semakin banyak wanita yang bekerja, penghasilan keluarga meningkat, orang kaya bertambah banyak, dan pulau Jawa tetap terpadat. 





Loudon, David L. dan Albert J. Della Bitta. (1993). Consumer Behavior. 4th Ed. McGraw Hill.

http://pustaka.ut.ac.id/website/index.php?option=com_content&view=article&id=93:ekma4567-perilaku-konsumen&catid=28:fekon&Itemid=73.


Kesimpulannya adalah bahwa kepribadian dapat mempengaruhi gaya hidup karena faktor psikologis yang menentukan dan merefleksikan bagaimana seseorang merespon lingkungannya. Sedangkan gaya hidup seseorang adalah ekspresi seorang individu untuk menyukai sesuatu, memiliki rasa, dan mengekspresikan sesuatu tersebut dalam lingkungan sehari-hari.

Jumat, 26 November 2010

Positioning

Menurut Solomon, dan Elnora (2003:235), Positioning ialah “Developing amarketing strategy aimed at influencing how a particular market segment perceives a good or service in comparison to the competition”. Penentuan posisi pasar menunjukkan bagaimana suatu produk dapat dibedakan dari para pesaingnya.

Ada beberapa positioning yang dapat dilakukan:
a. Positioning berdasarkan perbedaan produk.
Pendekatan ini dapat dilakukan jika produk suatu perusahaan mempunyai kekuatan yang lebih dibandingkan dengan pesaing dan konsumen harus merasakan benar adanya perbedaan dan manfaatnya.

b. Positioning berdasarkan atribut produk atau keuntungan dari produk tersebut.
Pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan atribut apa yang dimiliki suatu produk dan manfaat yang dirasakan oleh kosumen atas produk tersebut.

c. Positioning berdasarkan pengguna produk.
Pendekatan ini hampir sama dengan targeting dimana lebih menekankan pada siapa pengguna produk.

d. Positioning berdasarkan pemakaian produk.
Pendekatan ini digunakan dengan membedakan pada saat apa produk tersebut
dikonsumsi.

e. Positioning berdasarkan pesaing.
Pendekatan ini digunakan dengan membandingkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh pesaing sehingga konsumen dapat memilih produk mana yang lebih baik.

f. Positioning berdasarkan kategori produk.
Pendekatan ini digunakan untuk bersaing secara langsung dalam kategori produk, terutama ditujukan untuk pemecahan masalah yang sering dihadapi oleh pelanggan.

g. Positioning berdasarkan asosiasi.
Pendekatan ini mengasosiasikan produk yang dihasilkan dengan asosiasi yang dimiliki oleh produk lain. Harapannya adalah sebagian asosiasi tersebut dapat memberikan kesan positif terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

h. Positioning berdasarkan masalah.
Pendekatan ini digunakan untuk menunjukkan kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan memiliki positioning untuk dapat memecahkan masalah.

Langkah dalam mengembangkan strategi positioning yaitu:
1. Mengidentifikasi Keunggulan Kompetitif. Jika perusahaan dapat menentukan posisinya sendiri sebagai yang memberikan nilai superior kepada sasaran terpilih, maka ia memperoleh keunggulan komparatif.

2. Dalam menawarkan produk dengan suatu competitive advantage, perusahaan harus meyediakan suatu alasan mengapa pelanggan akan merasa bahwa produk dari perusahaan yang bersangkutan lebih baik daripada para pesaingnya.

3. Perusahaan harus mengevaluasi respon dari target market sehingga dapat memodifikasi strategi bila dibutuhkan

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/konsep-strategi-definisi-perumusan.html


Kesimpulan yang saya dapat adalah Penentuan posisi pasar menunjukkan bagaimana suatu produk dapat dibedakan dari para pesaingnya. 

Proses positioning untuk barang dan jasa sama saja, meskipun jasa tidak memiliki wujud fisik, namun prosesnya sama. Hanya saja karena jasa tidak memiliki visualisasi yang jelas, maka sebelum membangun positioning, kita harus bertanya kepada konsumen nilai tambah apa yang mereka inginkan dari layanan kita, mengapa mereka akan memilih jasa orang lain dibanding jasa kita ? dan apakah ada karakteristik khusus yang membedakan layanan kita dibanding perusahaan lain ?
Menuliskan nilai pembeda dari sudut pandang konsumen merupakan tahap awal proses positioning kita. Ujikan kepada orang yang belum mengenal apa yang kita lakukan dan apa yang kita jual, kemudian perhatikan ekspresi wajah merekan dan bagaiman mereka merespon kita. Pada saat mereka ingin tahu lebih banyak tentang produk kita karena mereka tertarik dengan prolog kita, maka kita sdah berada di jalur yang tepat.

Strategy targeting

Targeting

Menurut Solomon dan Elnora (2003:232), Target market ialah ”Group that a firm selects to turn into customers as a result of segmentation and targeting”.
Setelah pasar dibagi-bagi dalam segmen-segmen, maka perusahaan harus memutuskan suatu 
strategi target market.
Perusahaan dapat memilih dari empat strategi peliputan pasar:

1. Undifferentiated targeting strategy, strategi ini menganggap suatu pasar sebagai satu pasar besar dengan kebutuhan yang serupa, sehingga hanya ada satu bauran pemasaran yang digunakan untuk melayani semua pasar.
Perusahaan mengandalkan produksi, distribusi, dan periklanan massa guna menciptakan citra superior di mata sebagian besar konsumen.

2. Differentiated targeting strategy, perusahaan menghasilkan beberapa produk yang memiliki karakteritik yang berbeda. Konsumen membutuhkan variasi dan perubahan sehingga perusahaan berusaha untuk menawarkan berbagai macam produk yang bisa memenuhi variasi kebutuhan tersebut.

3. Concentrated targeting strategy, perusahaan lebih memfokuskan menawarkan beberapa produk pada satu segmen yang dianggap paling potensial.

4. Custom targeting strategy, lebih mengarah kepada pendekatan terhadap konsumen secara individual.

Langkah dalam mengembangkan targeting yaitu:
1. Mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen dengan menggunakan variable-variabel yang dapat mengkuantifikasi kemungkinan permintaan dari setiap segmen, biaya melayani setiap segmen, dan kesesuaian antara kompetensi inti perusahaan dan peluang pasar sasaran.

2. Memilih satu atau lebih segmen sasaran yang ingin dilayani berdasarkan potensi laba segmen tersebut dan kesesuaiannya dengan strategi korporat perusahaan.

Dapat kita simpulkan bahwa targeting mengarah kepada potensi pasar/konsumen yang dianggap sebagai sasaran untuk mendapatkan laba yang maksimal. Perusahaan harus mengenal karakteristik pasar lebih mendalam, karena berkaitan dengan pendisrtibuisian produknya dan ini juga merupakan pendekatan kepada konsumen.